Wawancara Investasi Syariah


Wawancara Investasi Syariah

Berikut ini adalah salah satu petikan wawancara seorang wartawan kepada Bapak Agustianto, yang sangat inspiratif dan berisi.

1.      Apa keuntungan yang diperoleh dari investasi sesuai syariah?

Keuntungan investasi harus dilihat dari perspektif yang holistik. Menurut Imam Al-Ghazali keuntungan itu harus meliputi keuntungan dunia dan akhirat, bukan hanya keuntungan dunia, sebagaimana yang difahami  orang-orang sekuler yang.  Keuntungan  dunia adalah profit  yang diperoleh investor secara rasional dari suatu investasi. Sedangkan keuntungan akhirat  keuntungan  yang  diperoleh  dari  usaha dan investasi yang sesuai syariah dengan niat mentaati syariah Allah. Keuntungan juga harus dilihat dai segi moral dan manfaat sosialnya bagi kemaslahatan umat. Investasi yang mendatangkan return (menguntungkan) secara duniawi, namun bertantangan dengan moral, harus ditinggalkan, karena keuntungannya tidak holistic. Namun hal ini tidak boleh disalahfahami, bahwa Islam tidak mementingkan keuntungan bisnis yang material. Rasionalitas tetap diperhatikan secara bersama sama dengan aspek spiritualtas.

2.      Bagaimana prospek investasi keuangan syariah ke depannya?

Prospek investasi keuangan syariah di masa depan sangat menjanjikan. Prediksi ini sejalan dengan makin maraknya perkembangan  lembaga-lembaga  keuangan syariah, seperti perbankan syariah, asuransi syariah, sukuk, pasar modal syariah, saham syariah, reksadana syariah, pegadaian syariah, leasing syariah dan BMT. Market share  industry keuangan syariah di Indonesia, masih sangat kecil, karena itu potensi pasar investasi keungan syariah sangat besar. Prospek yang baik ini didukung  oleh sikap pemerintah yang makin kondusif, baik Departemen Keuangan maupun Bank Indonesia serta  departemen terkait. Minat investor luar negeri yang terus meningkat untuk mengembangkan bisnis perbankan dan keuangan syariah juga turut mendukung. Kondisi ekonomi makro yang sudah pulih, juga mendukung baiknya prospek invstasi keuangan syariah.

3.      Menurut Anda, investasi apa yang potensial dapat dibidik oleh investor di semester dua ini?

Investasi yang paling dianjurkan Islam adalah investasi di sector riil, sesuai dengan karakter dasar ekonomi syariah yang berbasis sector riil, seperti investasi pertanian, perkebunan, pertambangan, telekomunikasi, tranportasi udara dan laut atau investasi di usaha waralaba yang sudah berkembang (eksis) . Namun, investasi ini bentuknya jangka menengah dan  panjang, artinya tidak bisa mendapatkan keuntungan dalam waktu cepat dan tidak likuid. Selain itu investasi di sector riil membutuhkan keahlian khusus  dan analisis resiko  yang  baik. Oleh karena itu, para investor   sebaiknya  menyebar  investasinya  di sector  finance, seperti  sukuk, saham, reksadana, investasi emas,  deposito di BMT, deposito di bank syariah, investasi di asuransi (unit link), dsb.

4.      Instrumen investasi mana yang mendatangkan keuntungan lebih cepat dan cukup besar? Mengapa?

Banyak pilihan investasi syariah yang mendatangkan keuntungan lebih cepat dan besar, seperti

reksadana syariah, saham syariah, sukuk, investasi emas melalui gadai emas dan murabahah emas serta  qiradh emas, dan juga  investasi deposito mudharabah di perbankan dan BMT (Baitul Mal wat Tamweil)

5.      Apakah Investasi di Reksadana Syariah itu?

Reksadana syariah adalah sebuah wasilah investasi bagi masyarakat Reksadana syariah merupakan jalan keluar bagi para pemodal kecil yang ingin ikut serta dalam pasar modal. Investor pemodal kecil  akan meraup  returninvestasinya tersebar dalam beberapa ‘keranjang’ yang berbeda, sehingga resikonya tersebar. Reksadana memberikan keuntungan kepada masyarakat berupa

keamanan dan keuntungan peningkatan kesejahteraan material. Namun bagi ummat Islam,

produk-produk tersebut perlu dicermati, karena saham-saham masih banyak berupa bank konvensional dan bisnis yang diharamkan, seperti rokok dan minuman keras

6.       Selanjutya  mohon dijelaskan bagaimana prospek dan keunggulan investasi emas ??

Emas adalah salah satu alternative  investasi yang sangat menguntungkan. Nilai investasinya yang tidak tergerus inflasi, tren harga yang terus meningkat, ditambah lagi transaksi jual belinya fleksibel dan pasar terbuka, membuat komoditas itu menjadi pilihan alternatif investasi. Hal itu pula yang mendorong lembaga jasa keuangan ikut menawarkan produk gadai emas, jual beli murabahah emas, dan qiradh emas

Salah satu produk unggulan bank syariah  saat ini yang banyak diminati dan laris manis, adalah produk gadai emas.  Produk ini selain benuansa investasi, juga mendorog kegiatan wirausaha (bisnis). Mekanismenya, seorang nasabah membeli emas batangan di Antam atau di toko-toko emas, lalu mengadaikankannya ke bank syariah untuk mendapatkan modal usaha, Misalkan harga emas Rp 20. Juta, maka nasabah mendapat dana cash secara mudah dan sangat cepat (15-30 menit), sebesar 92 % dari harga emas saat itu. Jangka waktu gadai selama empat bulan 9dan dapat diperpanjang) dengan biaya ijarah penyimpanan emas sangat murah dan tejangkau, biasanya 1,5 % sebulan. Seorang nasabah pengusaha, selain mendapatkan modal dan keuntungan, juga memiliki asset berupa emas yang nilainya terus menaik. Produk gadai emas sejatinya, diperuntukkan bagi pengusaha kecil atau menengah, bukan untuk kegiatan berkebun emas yang tidak produktif dan rawan default. Emas yang digadaikan berkali kali (produk berkebun emas) berpotensi besar mengalami kemacetan, karena nasabah harus menebus berkali-kali lipat, sesuai dengan berapa kali nasabah menggadaikan emas tersebut. Potensi default yang besar ini tentunya menjebak nasabah dalam hutang yang besar dan ini tentunya merugikan nasabah sendiri. Bagi investor yang kelebihan uang, maksimal dibenarkan melakukan gadai emas sebanyak dua kali, namun tetap diperuntukkan bagi modal usaha, bukan untuk investasi spekulatif semata yang tidak menyentuh sector riil.

Investasi emas dapat pula dilakukan dengan qiradh dinar. Nasabah yang memiliki uang, membeli dinar, misalnya 20 dinar, selanjutnya dinar tersebut diinvestasikan ke sebuah lembaga pedagang dinar dengan system mudharabah (qiradh). Nasabah akan mendapatkan keuntungan berupa bagi hasil dari hasil perdagangan (sharf) dinar. Dalam satu tahun nasabah biasanya mendapatkan keuntungan 1 sd 2 dinar, sebuah keuntungan yang menjanjikan, mengingat nilai dinar juga meningkat setiap tahunn.

Selain kedua bentuk investasi emas di atas, Investasi emas  dapat pula dilakukan dengan  pembelian (murabahah) emas ke Pegadaian Syariah. Perum Pegadaian Syariah melalui produk Mulia (Murabahah Emas Logam Mulia Investasi Abadi) yang memfasilitasi para pemburu emas batangan dengan cara tunai ataupun kredit. Dalam investasi ini, nasabah membeli emas batangan secara cicilan setiap bulan dengan harga emas saat terjadinya akad, Setelah berlangsung 1 tahun, misalnya, nasabah telah memiliki emas batangan yang dicicilnya selama 12 bulan. Bagi masyarakat yang memiliki dana terbatas  tetap bisa memiliki emas bantangan yang dibeli dengan cara kredit. Pilihan kredit mulai dari 6 bulan hingga 36 bulan. Prosesnya juga cepat, cukup menyerah-kan bukti identitas diri, kartu keluarga, dan uang muka sebanyak 20% dari harga jual pada hari itu. Investasi ini sangat menguntungkan nasabah, karena nilai emas lagi-lagi selalu naik setiap tahunn, nasaah bisa memilikinya dengan cara cicilan. Dilihat dari skemanya, produk gadai emas, murabahah emas atau qiradh emas  memberi banyak kemudahan dan keuntungan, Investasi syariah lainnya ialah saham syariah di pasar modal. Selain saham juga adalah sukuk, baik SBSN atau sukuk ritel syariah. Saham memang mengandung resiko, tetapi memiliki potensi keuntugan yang besar. Investasi yang  resikonya kecil adalah SBSN dan Sukuk ritel syariah.

Selanjutnya investasi yang  juga ditawarkan industry keuangan syariah adalah deposito mudharabah di bank syariah. Namun returnya relative lebih kecil disbanding sukuk, reksadana dan emas, namun keberdaannya lebih likuid.

Tetapi harus dicatat, bahwa deposito mudharabah di BPRS Syariah jauh lebih tinggi returnnya disbanding bank umum syariah, akan tetapi besaran depositonya terbatas, sulit jika puluhan milyar ke atas.

Terakhir, deposito yang jauh lebih tinggi adalah deposito di BMT, namun kuantitas dana yang diinvestasikan di dalamnya juga sangat terbatas. Investor raksasa tidak akan mau  nvestasi di deposito BMT, apalagi tidak ada jaminan dari pemerintah.

7.      Apakah menurut Anda instrumen investasi syariah di Indonesia sudah lengkap? Apakah ada instrumen yang belum dieksplor oleh lembaga keuangan syariah?Jika ada instrumen apa yang bisa dikembangkan?

Instrumen investasi di Indonesia, boleh dibilang memadai. Namun tingkat pengetahuan masyarakat tentang investasi syariah yang mengungtungkan masih sangat tebatas, karena itu perlu sosialiasasi dan promosi kepada msyarakat.Masyarakat kita belum melek financial,(financial literacy). Malayasia lebih maju dalam hal ini.

Sekian…<<

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s